Jumat, 16 Maret 2012

Pentingnya Sungai dan Danau








A.   Pendahuluan
Air adalah sumberdaya alam yang dinamik (dynamic resources), yang memberikan manfaat untuk mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia dalam segala bidang, sehingga memberikan implikasi yang relatif pelik dan khas dalam upaya pengelolaan dan peman­fa­atan­nya.
Pengelolaan sungai, danau dan waduk adalah upaya meren­ca­na­kan, melaksanakan, memantau dan mengevaluasi kegiatan konservasi sumberdaya air, pendayagunaan sumberdaya air dan pengendalian daya rusak air agar terciptanya konservasi sumber daya air. Konservasi sum­ber­daya air sendiri adalah upaya memelihara keberadaan serta keber­lan­jutan keadaan, sifat dan fungsi sumber daya air agar senantiasa tersedia dalam kuantitas dan kualitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan mahluk hidup, baik pada waktu sekarang maupun yang akan datang.
Tujuan pengelolaan sungai, danau dan waduk untuk konservasi sumber daya air adalah upaya pencegahan banjir dan kekeringan, pencegahan erosi dan sedimentasi, pencegahan kerusakan bantaran sungai, pencegahan tercemarnya sumber air, dan juga untuk menghindari konflik dan degradasi sumber daya alam dan lingkungan. Sumberdaya air dapat dikelola oleh suatu badan usaha atau swasta tetapi dalam penge­lo­la­annya khususnya pada aspek penggunaan harus proporsional karena kenyataan menunjukkan bahwa air permukaan (air sungai) cukup banyak yang tidak dikelola secara profesional. Apabila sumberdaya air ini dikelola secara profesional dan penggunaannya proporsional antara kepentingan badan usaha dan kepentingan masyarakat luas, maka akan menambah sumber devisa negara yang pada akhirnya akan bermuara pada kesejahteraan masyarakat.

B.   Pencemaran Sungai dan Danau
            Pencemaran sungai dapat disebabkan oleh berbagai hal dan dapat memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Meningkatnya kandungan nutrien dapat mengarah pada eutrofikasi. Sampah organik seperti air comberan menyebabkan peningkatan kebutuhan oksigen pada air yang menerimanya mengarah pada berkurangnya oksigen yang dapat berdampak terhadap seluruh ekosistem. Limbah industri seperti logam berat, toksik organik, minyak, nutrien dan padatan yang dibuang ke sungai dapat menguramgi oksigen dalam air sehingga menganggu keseimbangan ekosistem.

C.   Pemeliharaan Sungai dan Danau
            Pemeliharaan sungai pada dasarnya bertujuan untuk memper­ta­han­kan kapasitas alir dan kapasitas tampung dari semua sistem tata air  sungai yang berada di daerah pengaliran sungai seperti sungai, situ, waduk, saluran drainase beserta semua bangunan air yang terdapat pada sistem tersebut.
            Pemeliharaan sungai dibagi dalam dua bagian besar, yang pertama ialah   pemeliharaan terhadap bangunan pengendali banjir yaitu bangunan  yang berfungsi untuk pengaturan aliran air. Pemeliharaan terhadap bangunan pengatur aliran seperti bendung, pintu air, pengarah arus, dan lain-lain dimaksudkan agar  bangunan tersebut dapat berfungsi dengan baik pada saat diperlukan. Sebagai contoh kasus terjadinya banjir akibat kerusakan pintu air dari pemukiman yang telah diproteksi dengan tanggul. Semula tanggul dimaksudkan untuk menghindari limpasan air sungai akan tetapi pada saat banjir justru pintu air tersebut menjadi jalan masuknya air dari sungai karena tidak dapat berfungsi dengan baik akibat kurangnya pemeliharaan. Pemeliharaan terhadap bangunan pengaturan air perlu dilaksanakan secara rutin agar dapat siap berfungsi pada saat diperlukan. Pemeliharaan bangunan pengendali banjir dapat dilakukan oleh Dinas yang terkait atau melibatkan partisipasi masyarakat yang berada di daerah permukiman.
            Kedua, pemeliharaan saluran pengendali banjir atau saluran drainase untuk mempertahankan kapasitas alir dan tampung sungai-sungai dan atau saluran drainase sebagai satu kesatuan sistem dengan bangunan pengendali banjir. Seperti yang diuraikan di atas berkurangnya kapasitas alur dan tampung disebabkan oleh tumbuhnya pemukiman liar di bantaran sungai,  pengendapan sampah, dan sedimen hasil erosi di hilir.

D.   Rangkuman
Pencemaran sungai dapat disebabkan oleh berbagai hal dan dapat memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Limbah industri seperti logam berat, toksik organik, minyak, nutrien dan padatan yang dibuang ke sungai dapat menguramgi oksigen dalam air sehingga menganggu keseim­bangan ekosistem. Pemeliharaan sungai pada dasarnya bertujuan untuk mempertahankan kapasitas alir dan kapasitas tampung dari semua sistem tata air  sungai yang berada di daerah pengaliran sungai seperti sungai, situ, waduk, saluran drainase beserta semua bangunan air yang terdapat pada sistem tersebut.

E.   Kasus/Permasalahan
Kondisi daerah tangkapan hujan di bagian DAS Brantas hulu memburuk akibat penebangan liar dan pengelolaan lahan yang tidak mengindahkan aspek konservasi tanah. Hal ini menyebabkan peningkatan erosi lahan yang kemudian akan mengakibatkan peningkatan sedimentasi di waduk, berkurangnya volume efektif waduk, kekeringan pada musim kemarau dan terjadinya banjir bandang di musim penghujan, seperti kejadian pada tanggal 3-4 Pebruari 2004, Kali Brantas Hulu mengalami banjir lumpur yang sangat parah karena hujan deras. Permasalahan pokok lain yang terjadi adalah matinya mata air DAS Brantas, degradasi dasar sungai dan penurunan kualitas air akibat pencemaran. Buat kelompok dan coba kalian pikirkan apabila kerusakan DAS Brantas tersebut terkadi secara terus-menerus?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar