Jumat, 16 Maret 2012

Pentingnya Energi Dalam Kehidupan








A.   Pendahuluan
            Energi secara umum diartikan sebagai tenaga, kekuatan, atau daya yang dapat menggerakkan atau menggiatkan sesuatu. Energi adalah suatu bagian yang mendasar di alam semesta. Manusia menggunakan energi untuk bekerja. Mobil, kereta api, pesawat terbang, becak, manusia dan sebagainya dapat bergerak karena energi. Energi bersama materi merupakan dua unsur fisik di alam semesta yang saling berkaitan. Semua materi mengandung energi. Jadi energi dapat dikatakan juga sebagai kemampuan untuk melakukan kerja yang menyebabkan suatu peubahan.
            Energi di alam terdapat dalam berbagai bentuk. Energi cahaya matahari berasal dari reaksi nuklir di matahari dan dipancarkan ke bumi. Energi matahari disebut juga sebagai energi radiasi karena energi tersbut dipancarkan ke bumi. Air yang mengalir dan memutar turbin listrik sebenarnya juga melakukan kerja dengan energi potensial. Energi potensial terdapat dalam benda yang mempunyai kedudukan pada jarak tertentu di atas permukaan bumi karena benda itu mengalami tarikan gaya berat bumi. Energi kinetik terdapat dalam benda yang bergerak. Peluru yang ditembakkan dari pistol akan bergerak dengan sangat cepat. Energi kinetik dalam peluru yang melesat itu dapat menembus benda yang menghalanginya. Enegi kimia dapat ditemukan dalam semua benda.  Bensin mengandung energi kimia. Energi tersebut dapat dirasakan ketika  bensin dalam mesin mobil terbakar. Pembakaran senyawa kimia dalam bensin itu dapat menyebabkan mobil bergerak.    

B.   Macam-macam Energi
Berdasarkan keragaman sumberdaya energi, secara garis besar dapat dibedakan menjadi:
1.    Sumberdaya energi hayati, pada dasarnya energi hayati merupakan hasil proses fotosintesis yang mengubah energi matahari menjadi energi kimia yang tersimpan dalam makhluk hidup. Energi hayati ini mengalir dan mengalami perubahan dari satu organisme ke organisme lain. Energi hayati masih dapat dibedakan lagi menjadi:
a)    energi manusia, dalam diri manusia energi tersebut  dapat disimpan pada otot atau bagian tubuh lainnya. Penggunaan energi otot  sebagian membawa manfaat, olah raga, berjalan, menulis, menggambar, berpikir dan bentuk kegiatan lainnya merupakan contoh pemanfaatan energi otot.
b)    energi hewan, penggunaan utamanya adalah untuk alat trans­portasi dan di pertanian. Hewan yang digunakan untuk transpor adalah sapi, kerbau dan kuda. Sedang hewan yang digunakan dalam pertanian adalah sapi dan kerbau untuk membajak sawah atau ladang. Bentuk energi hewan lain adalah  kotoran hewan ternak. Energi yang tersimpan dalam kotoran tersebut dapat diubah menjadi kompos sebagai pupuk dan biogas yang berguna sebagai bahan bakar. Biogas sebagian besar terdiri atas gas metan yang dapat dibakar. Biogas terbentuk dari proses fermentasi oleh bakteri metan.
c)    biomasa, energi bahan organik yang terkandung dalam tumbuhan, misalnya kayu, ranting, daun, pati, gula dan bagian tubuh tumbuhan lainnya.  Kayu merupakan sumber energi yag telah digunakan manusia sejak lama terutama di pedesaan untuk memasak, memanaskan ruangan tempat hidup, mengeringkan atau mengawetkan hasil panen.  Gambut  merupakan biomasa yang digunakan untuk bahan bakar.     
2.    Sumberdaya energi surya, secara tradisional telah banyak diman­faatkan manusia untuk menjemur pakaian, padi, jagung, kedelai dan lain sebagainya. Pemanfaatan lain oleh manusia adalah untuk pemanasan air, pemanasan ruang, pengeringan hasil pertanian hingga dimanfaatkan untuk pembangkit listrik.
3.    Sumberdaya energi air, dengan dibuatkan pembangkit tenaga listrik energi potensial air dapat diubah menjadi energi listrik. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Karangkates, Selorejo, Wlingi dan tempat lain di Jawa Timur telah menyumbangkan pemenuhan daya listrik yang dibutuhkan oleh masyarakat, khususnya di Jawa Timur. Salah satu bentuk PLTA dapat sajikan pada Gambar 8.1.
4.    Sumberdaya energi Laut, pemanfaatan potensi energi laut masih diteliti dan dikembangkan. Pantai mempunyai area pasang surut secara periodik. Pada tempat teentu perbedaan tinggi permukaan laut antara pasang dan surut menyimpan potensi energi apabila dimanfaatkan akan dapat  menghasilkan energi listrik.

Gambar 8.1 Pembangkit Listrik Tenaga Air
(Sumber: http://iselantang.files.wordpress.com/2007/10/potensi41.jpg)
  
5.    Sumberdaya energi angin, udara yang bergerak karena perbedaan tekanan dan suhu udara menyebabkan terjadinya angin. Ketika melintasi pantai utara Jawa Timur di tambak-tambak akan terlihat kincir angin. Sebagian penduduk menggunakan energi angin dari kincir tersebut untuk memompa air. Energi angin di Indonesia masih memegang peranan utama. Para nelayan memanfaatkan angin untuk menggerakan perahu layar menuju kelaut dalam rangka mencari ikan. Perahu layar untuk tujuan wisata pun memanfaatkan energi angin, seperti tampak pada Gambar 8.2. Kincir angin juga dapat diman­faat­kan untuk menghasilkan listrik. Sebagai gambaran kincir angin yang dapat mengubah energi angin menjadi energi listrik seperti tampak pada Gambar 8.3.

Gambar 8.2 Perahu Layar yang Digerakkan oleh Energi Angin
(sumber: http://i97.photobucket.com/albums/l212/munawir/pinisi2.jpg)

Gambar 8.3 Salah Satu Kincir Angin yang Dapat Digunakan untuk Menghasilkan Energi Listrik
(Sumber: http://thebibliothek.files.wordpress.com/2009/10/pitstone-windmill-600px1.jpg)

6.    Energi bahan fosil, umumnya dapat ditemukan di dalam bumi dan biasa dipakai sebagai sumber bahan bakar minyak (BBM). Bentuk lain energi fosil ini adalah batubara dan gas alam.  Indonesia sangat kaya akan energi fosil ini.  Bahan bakar minyak dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk kendaraan bermotor. Batubara, dimanfaatkan untuk energi pembangkit listrik. Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Paiton sumber energinya berasal dari batubara. Gas alam telah dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk keperluan rumah tangga dan pembangkit listrik.
7.    Energi panas bumi, berasal dari aktivitas vulkanisme. Indonesia banyak memiliki gunung berapi yang masih aktif dan menyimpan energi panas. Energi panas bumi ini juga dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik. Kawah Kamojang di Jawa Barat telah dimanfaatkan untuk pembangkit listri tenaga panas (PLTP).
8.    Energi nuklir, diperoleh dari reaksi kimiawi yang menghasilkan energi. Reaksi kimiawi tersebut pada dasarnya adalah peristiwa penguraian atau penggabungan inti atom. Energi nuklir dapat juga dimanfaatkan untuk sumber pembangkit listrik. Pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) yang sekarang ada menggunakan proses penguraian Uranium. Stasiun tenaga nuklir menggunakan panas dari penguraian inti atom untuk mengasilkan uap yang menggerakkan turbin untuk meng­ha­sil­kan listrik.

C.   Penghematan Energi
Penggunaan energi disamping menguntungkan bagi kehidupan manusia juga menimbulkan dampak negatip. Perkembangan sektor energi cenderung membawa konsekuensi pada kualitas lingkungan hidup. Peningkatan konsumsi energi akan meningkatkan beban pencemar lingkungan, terutama yang dilepaskan di udara. Hal ini akan memberi sumbangan terhadap efek rumah kaca dan pemanasan global yang sekarang menjadi isu dunia. Aktivitas yang menggunakan energi telah menimbulkan dampak yang cukup serius. Di kota besar Jakarta, Bandung dan Surabaya dilaporkan bahan buangan pencemar udara sudah tergolong tinggi akibat meningkatnya aktivitas transportasis dan industri yang ada. Jika manusia telah terjebak dalam kemudahan-kemudahan hidup karena didukung ketersediaan energi yang menjadi sumber tenaganya maka akan terancam oleh kecukupan energi dan hal ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Dengan demikian diperlukan tindakan atau aktivitas penghematan energi.
Upaya untuk dapat menghemat penggunaan energi perlu segera dilakukan. Beberapa kegiatan yang dapat menghemat energi tersebut adalah:
1.    Penggunaan alat angkutan umum bila bepergian dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.
2.    Penggiatan pengembangan sistem transportasi umum yang makin baik secara terus menerus.
3.    Penggunaan kendaraan yang efisien bahan bakar.
4.    Penggunaan lampu dan peralatan listrik yang efisien energi baik dilingkugan rumah maupun di kantor-kantor.
5.    Penggunaan gas sebagai ganti tenaga listrik untuk memanaskan ruang dan memasak air.
6.    Penggunaan tenaga surya untuk memasak dan memanaskan air.
7.    Pengembangan dan memanfaatkan sumber energi alternatif, dan lain  lain.

D.   Rangkuman
Energi secara umum diartikan sebagai tenaga, kekuatan, atau daya yang dapat menggerakkan atau menggiatkan sesuatu. Beberapa sumber­da­ya energi meliputi sumberdaya energi hayati terdiri dari energi manusia, hewan, dan biomasa, sumberdaya energi surya, air, laut, angin, fosil, panas bumi dan nuklir. Tindakan hemat energi yang perlu dikembangkan adalah penggunaan alat angkutan umum bila bepergian dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, penggiatan pengembangan sistem transportasi umum yang makin baik secara terus menerus, penggunaan kendaraan yang efisien bahan bakar, penggunaan lampu dan peralatan listrik yang efisien energi baik dilingkugan rumah maupun di kantor-kantor, penggunaan gas sebagai ganti tenaga listrik untuk memanaskan ruang dan memasak air, penggunaan tenaga surya untuk memasak dan memanaskan air, dan pengembangan dan memanfaatkan sumber energi alternatif, dan lain  lain.

E.   Kasus/Permasalahan
            Cuaca cerah sang mentari bersinar terang sehinga cahayanya dapat menerangi di segala sudut ruang kelas atau kantor. Para siswa belajar dalam suasana terang dan para karyawan dapat beraktivitas dengan leluasa karena ruangan dalam keadaan terang. Tetapi lampu-lampu yang memanfaatkan energi listrik dalam ruang-ruang tersebut menyala. Beberapa alat elektronik dalam keadaan aktif (on) misalnya AC  hidup, padahal bila tidak menggunakan AC suasana sudah sejuk. Anda sebagai siswa di sekolah itu tidak punya kuasa atau wewenang kemudian melihat keadan terjadinya pemborosan energi, Apa yang perlu anda lakukan dan sarankan kepada pihak berwenang di sekolahmu itu?.   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar